Pimecava.net

Semua Informasi Tersaji Dengan Baik

Dec

24

Mengukur Gas Rumah Kaca dengan GOSAT


Gas rumah kaca jadi aktor utama dalam isu pergantian hawa. Konsentrasi gas itu memastikan seberapa parah perkara pergantian hawa. Para ilmuwan terus meningkatkan sistem pengukuran gas rumah kaca secara langsung. Pengukuran dengan mengonversi tipe permukaan pengemisi gas mempunyai banyak kelemahan sebab watak permukaan- daratan, air, serta pepohonan dengan bermacam jenisnya- amat variatif dengan variabel yang pula variatif. Dalam isu pergantian hawa, skema perdagangan karbon jadi salah satu metode yang ditempuh banyak negeri pengemisi gas rumah kaca( GRK) buat kurangi jejak karbon( carbon footprint) mereka.

Konsentrasi GRK( CO2- karbon dioksida, CH4- metana, N2O- nitrogen dioksida, HFC- hidrofluorokarbon, PFC- perfluorokarbon, serta SF6- sulfur heksafluorid) dikonversikan dengan gas karbon, berikutnya diucap bagaikan gas karbon. Negeri pengemisi GRK” membeli” gas karbon yang tidak diemisikan alias pengurangan emisi gas karbon dari negeri lain. Buat memperoleh konvensi jumlah gas karbon, dibutuhkan proses pengukuran, pelaporan, serta verifikasi laporan( MRV). Memakai informasi satelit Greenhouse Gases Observing Satellite( GOSAT), kita dapat mengukur kolom konsentrasi GRK dari permukaan tanah sampai batasan dasar awan serta dari atas awan sampai susunan suasana particle counter .

Bagi Muhammad Evri, periset utama satelit GOSAT dari Tubuh Pengkajian serta Pelaksanaan Teknologi, sistem GOSAT sudah divalidasi dengan pengukuran di lapangan memakai asimilasi informasi parameter suasana, sistem Eddy Covariance Flux Menara( ECFT), pengukuran balon sonde( balon pembawa pengukur kelembaban hawa, tekanan, temperatur, kecepatan, serta arah rata- rata angin), ataupun informasi sensor Total Carbon Column Observing Network( TCCON). Informasi GRK dari permukaan ditangkap memakai sensor Fibre Ethalon Solar for Carbon( FES- C)—sensor ini kerap diucap bagaikan” nafas bumi”. Sensor FES- C sanggup mengukur konsentrasi kolom GRK dari permukaan hingga suasana gas detector .

Sistem FES masih terbatas mengukur konsentrasi GRK sampai di dasar awan. Ada pula ECFT bisa mengukur carbon budget( perhitungan jumlah karbon yang dilepas serta yang diserap) dari proses pernapasan serta fotosintesis dalam sesuatu ekosistem( tanaman, tanah, serta air).” Berbeda dengan ECFT, dengan GOSAT, kita dapat mengukur kolom konsentrasi GRK dari permukaan sampai di batasan awan serta dari atas awan sampai dekat 600 km dengan cakupan yang luas,” kata Evri. Ketinggian GOSAT dekat 666 km di atas permukaan bumi. Satelit itu berbalik mengelilingi bumi pada orbitnya. Dikala berkelana di atas bumi, satelit bawa sensor spesial buat mengobservasi karbon, ialah Thermal and Near Infrared Sensor for Carbon Observation( Tanso). 2 sensor yang dipasang pada satelit merupakan Tanso- FTS( Fourier- Transform Spectrometer) yang dipakai buat mengukur konsentrasi polutan GRK di suasana dengan metode diskriminasi spektrometer serta Tanso- CAI( Cloud Aerosol Imager) buat mengukur polutan GRK spesialnya aerosol jual alat pengukur .

Metode mengukur Pengukuran konsentrasi GRK di hawa dicoba dengan mengukur GRK yang terbawa oleh polutan semacam aerosol serta mengukur panjang gelombang dari gas- gas dalam kolom hawa. Dikala terserang cahaya matahari, gas merespons cahaya matahari tersebut dengan memencarkan, meresap, ataupun memantulkan cahaya matahari, tergantung pada panjang gelombang cahaya matahari yang hingga pada gas- gas. Informasi buat penghitungan konsentrasi GRK pada kolom hawa dengan sistem GOSAT didapat memakai sebagian sensor yang mengindera kolom konsentrasi sebagian tipe GRK.

Konsentrasi GRK hasil pengukuran ialah nilai rata- rata penghitungan totalitas( budget) GRK di hawa( dari polusi akibat kegiatan manusia) serta GRK yang tersimpan di permukaan hasil proses pernapasan serta fotosintesis ekosistem( tumbuhan- tanah- air). Dengan GOSAT, dapat didapatkan informasi dalam jumlah yang lebih banyak serta instan sebab cuma memerlukan sebagian sensor pada satelit. Satelit sanggup mengumpulkan informasi di 100. 000 titik permukaan dalam 3 hari dengan jarak antardata 100 km- 1. 000 kilometer. Ada pula informasi dari permukaan dengan ECFT baru terdapat 274 stasiun di segala dunia( baca: mengumpulkan 274 titik informasi).

Baca Juga : Manfaat Perawatan Kulit Herbal

Satelit GOSAT pula dapat digunakan buat mengetahui polutan yang diemisikan dari kebakaran hutan. Dengan menggunakan sumber satelit Earth Observation System( EOS) lain dalam formasi tertentu, rambatan dari sumber titik api kebakaran lahan serta hutan bisa dideteksi sehingga sumbernya juga dapat dilacak. Di Kalimantan Tengah, demikian Evri, tahun 2011 telah dicoba mendata profil polutan GRK dari kebakaran lahan serta hutan sampai ketinggian 1. 000 m memakai sensor yang terpasang pada Tethered Helium Balloon. Buat Indonesia, kata Evri, diperlukan algoritma spesial buat memperoleh informasi GOSAT di celah- celah awan. Ini paling utama buat wilayah tropis sebab banyak sekali awan.

Leave a Reply