PP PBSI Gelar Munas 5- 6 November 2020

PP PBSI Gelar Munas 5- 6 November 2020

Dengan berakhirnya kepengurusan masa bakti 2016- 2020, PP PBSI berencana menggelar Musyawarah Nasional( Munas) PBSI 2020- 2024. Semacam tercantum dalam Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga PBSI, Munas ialah forum pengambilan keputusan paling tinggi di badan PBSI yang salah satu jadwal merupakan memilah pimpinan universal PP PBSI.

Pengurus Provinsi PBSI Banten hendak jadi tuan rumah penyelenggaraan Munas PBSI 2020- 2024. Bertempat di Hotel JHL Hotel, Serpong, Tangerang, Munas PBSI hendak dilangsungkan sepanjang 2 hari, pada bertepatan pada 5- 6 November 2020.

Sampai dikala ini PBSI sudah melaksanakan persiapan sesi dini semacam menyusun kepanitiaan, baik kepanitiaan steering comittee, organizing comittee ataupun Regu Penjaringan. Regu Penjaringan ialah regu spesial yang diberi tugas buat proses pilih bakal calon pimpinan universal.

Tidak cuma memilah calon pimpinan universal, Munas PBSI pula berisi jadwal penyempurnaan Angkatan darat(AD)/ ART. Draft serta konsep- konsep penyempurnaan Angkatan darat(AD)/ ART telah rampung disusun oleh regu pokja penyempurnaan Angkatan darat(AD)/ ART serta sudah siap buat dibawa ke forum di Munas.

” PP PBSI sudah melaksanakan beberapa persiapan dini mengarah Munas dengan membentuk kepanitiaan serta regu Penjaringan. Kami pula sudah mempersiapkan draft penyempurnaan Angkatan darat(AD)/ ART yang hendak dibahas di Munas,” ucap Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PP PBSI.

Pergantian Angkatan darat(AD)/ ART dicoba buat menyempurnakan konsitusi paling tinggi di PBSI ini. Misalnya aturan- aturan yang telah tidak cocok dengan pertumbuhan era, bisa diperbaharui ataupun ditambahkan.

Sedangkan itu, kontraktor lapangan badminton Pimpinan Regu Penjaringan Munas PBSI 2020- 2024, Edi Sukarno, berkata kalau timnya sudah melaksanakan tahapan- tahapan proses penjaringan antara lain sosialisasi kepada pengurus provinsi( pengprov) bagaikan owner suara dalam pemilihan pimpinan universal.

” Kami sudah mengirim pesan edaran ke segala pengprov buat memberitahunn kalau mereka memiliki hak suara. Bagian sosialiasi berikutnya merupakan kepada warga lewat media. Warga yang berminat silahkan mencalonkan diri, namun berminat saja tidak lumayan, wajib terdapat sokongan dari pengprov,” jelas Edi.

Sehabis sosialisasi, sesi berikutnya bakal calon pimpinan universal bisa mengambil formulir registrasi. Usai pengembalian formulir serta bermacam persyaratan yang sudah diresmikan, regu Penjaringan hendak melaksanakan proses verifikasi persyaratan sampai kesimpulannya dapat mengumumkan siapa calon pimpinan universal yang hendak bersaing di Munas.

Leave a Reply